IndonesiaX Hadirkan Kursus untuk Menghadapi Era Serba Internet

September 09, 2019 | 1 Minute Read

Konferensi 13 IndonesiaX
Konferensi 'Millenial: Facing Post Disruption Era'. Dok: IndonesiaX

IndonesiaX adalah platform online pendidikan yang fokus pada pengembangan edukasi dan pelatihan online, dengan menawarkan kursus tentang berbagai topik, serta bekerjasama dengan beberapa universitas, institusi dan praktisi di berbagai bidang.

Kali ini, IndonesiaX akan menghadirkan kursus tentang cara generasi muda dalam menyikapi era disrupsi, yang dapat diakses secara gratis di situsnya.

Revolusi industri 4.0 mendorong terjadinya disrupsi dalam berbagai bidang mulai dari bisnis, media sampai pendidikan. Disrupsi merupakan pengembangan berbagai bidang akibat digitalisasi atau mudahnya kita semua sudah memasuki era internet adalah segalanya.

Kalau dulu, kamu menggunakan handphone hanya sebatas sms dan telepon, kini di era disrupsi ini, kamu bisa mengakses berbagai macam informasi hanya dari satu device, yaitu smartphone-mu.

Pada konferensi ‘Millenial: Facing Post Disruption Era’, Kamis (5/9) di Unity Building, Gading Serpong, Tangerang, Lucy Pandjaitan selaku Founder dan CEO IndonesiaX, menjelaskan bahwa banyak hal positif yang terjadi pada generasi muda saat ini, seperti menjadi influencer dengan memanfaatkan media sosialnya.

Namun, hal positif tersebut dapat berubah menjadi negatif karna generasi milenial lebih cenderung enggak bijak dalam mengambil keputusan atau seringkali bertindak gegabah.

“Jadi, banyak hal positif yang terjadi pada generasi milenial mengenai semangat kerjanya dan lain-lain atau jadi influencer, media sosial jadi alat untuk promosi. Tapi, juga ada beberapa hal negatif yaitu kecenderungan akan untuk bersikap seenaknya dan gegabah,” ujar Lucy.

Terlalu banyaknya informasi membuat maraknya berita-berita hoax dan perkembangan teknologi yang semakin canggih, berujung pada kecanduan, hal tersebut menjadi salah satu tantangan terbesar untuk menghadapi era disrupsi.

“Melalui kursus dengan pembahasan post-disruption, kita mau menunjukkan bagaimana mereka harus bersikap setelah menghadapi era disrupsi tersebut dan memahami mindset baru yang dibutuhkan oleh kalian dan pembisnis di era post-disruption,” tambahnya.

Penulis: Aulania Silviananda
Sumber: Kumparan.com